Connect with us

Berita

Robert Bano Ingin Bawa Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia

Robert Bano Ingin Bawa Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia    - JPNN.COM

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Askot PSSI Jakarta Timur menggelar kursus kepelatihan lisensi D nasional di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, 15-21 Juli 2019.

Kursus kepelatihan itu ditangani langsung oleh Satya Bagja Ijatna. Dia dibantu oleh Syamsul Bachri dari PSSI.

Peserta yang hadir berjumlah 27 pelatih. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta paling jauh datang dari Papua.

BACA JUGA: Caketum PSSI Ingin Digitalisasi Data Base dan Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026

Menurut Ketua Umum Askot PSSI Jakarta Timur Bangun Salmon Siagian, kursus harus sering digelar untuk melahirkan pelatih muda profesional.

“Ayo, kita kembangkan kegiatan positif ini agar ke depan semua bisa membantu perkembangan sepak bola, baik itu festival sepak bola atau kejuaraan lainnya,” kata Bangun, Senin (15/7).

Salah satu peserta dari Papua Junus Robert Bano mengaku sangat antusias mengikuti kursus kepalatihan itu.

Dia harus mengeluarkan waktu dan biaya yang tidak sedikit demi mengikuti agenda penting itu.

Continue Reading
Advertisement
Comments

Berita

Indonesia vs Malaysia: Dari Rivalitas Sejak 1960 Sampai Taktik dan Prediksi

Indonesia vs Malaysia: Dari Rivalitas Sejak 1960 Sampai Taktik dan Prediksi - JPNN.com

Kamis, 05 September 2019 – 11:18 WIB

Skuat Garuda bahu-membahu mengangkat gawang. Foto: Ricardo/JPNN.com

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Duel klasik Indonesia vs Malaysia bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9) malam WIB. Kali ini pertemuan dua tetangga ini terjadi dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Rivalitas Indonesia melawan Malaysia sudah memanas sejak awal masa 1960-an, ketika situasi politik menyeret kedua negara serumpun ke tepian konflik. Namun, hampir 60 tahun sesudahnya, sejuk hubungan kedua negara ternyata tidak berimbas ke lapangan sepak bola. Pendukung fanatik kedua kesebelasan menganggap laga ini layaknya pertaruhan nama bangsa. Rivalitas itu tidak surut meski zaman terus bergulir.

Isu-isu nonteknis kerap kali membuat pertandingan kedua tim berjalan keras disertai drama. Tidak perlu mundur jauh-jauh, pada final Piala AFF 2010, kontroversi sempat terjadi setelah penjaga gawang Indonesia Markus Horison menduga dirinya diserang laser dalam laga leg pertama yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Dalam laga tersebut, Indonesia kalah 0-3 dan gagal juara setelah di leg kedua hanya menang dengan skor 2-1.

Situasi panas tersebut terasa ke laga perebutan medali emas sepak bola putra SEA Games 2011 timnas U-23 Indonesia versus Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, yang kembali dimenangi Malaysia dengan adu penalti. Di sini, timnas U-23 Malaysia harus dikawal sangat ketat dengan alasan keamanan.

BACA JUGA: Indonesia vs Malaysia: Aji Santoso Titip Petuah Buat Skuad Garuda

Saat ini, tahun 2019, timnas Indonesia bersua kembali dengan Malaysia dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Sejatinya, Indonesia maupun Malaysia akan bertanding dua kali kandang-tandang di kompetisi yang juga menjadi babak kualifikasi Piala Asia 2023 tersebut. Di pertemuan pertama, Indonesia menjadi tuan rumah.

Bagi timnas Indonesia, kualifikasi Piala Dunia 2022 spesial karena itu menjadi kualifikas Piala Dunia pertama sejak FIFA menjatuhkan sanksi tahun 2015-2016, yang membuat skuad berjuluk Garuda harus absen di semua kompetisi internasional FIFA.

Sementara Malaysia ingin membuktikan diri bahwa mereka sekarang bukanlah tim yang babak belur saat kualifikasi Piala Dunia 2018, di mana mereka gagal lolos dari Grup A dengan catatan sangat buruk yaitu kebobolan 29 gol. Torehan tersebut mencoreng wajah persepakbolaan Malaysia yang membuat pelatihnya di kualifikasi itu, Dollah Salleh, mundur.

Yang menarik, di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Malaysia kembali satu grup dengan Uni Emirat Arab (UEA), yang membantai mereka dengan agregat 12-1 di Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Tidak perlu terlalu memandang rekor dan sejarah dengan Indonesia. Kami harus fokus bekerja keras untuk meraih hasil positif,” ujar pelatih timnas Malaysia Tan Cheng Hoe dalam konferensi pers sebelum laga kontra Indonesia di SUGBK.

Ucapan Tan bukan tanpa alasan. Pertandingan Indonesia melawan Malaysia memang sudah memasuki babak yang benar-benar baru. Kedua tim memiliki pelatih dan banyak pemain yang bahkan belum pernah saling berhadapan satu sama lain.

Tan Cheng Hoe baru ditunjuk menjadi pelatih timnas Malaysia pada tahun 2017. Sementara juru taktik Indonesia, Simon McMenemy dikontrak PSSI mulai tahun 2018. Tan dan Simon sebelumnya tidak pernah bersaing di lapangan hijau, entah itu ketika menangani timnas atau klub.

Artinya, kedua pelatih ini masih meraba-raba taktik dan strategi masing-masing. Meski diakui bahwa Simon lebih memiliki kejutan setelah memutuskan untuk menjalani dua pertandingan uji coba, melawan Persika Karawang dan Bhayangkara FC, secara tertutup. Timnas Indonesia memenangi semua pertandingan itu.

Timnas Malaysia memilih untuk melakoni uji coba secara terbuka, yaitu menghadapi Yordania di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (30/8). Simon McMenemy bahkan menyaksikan langsung pertandingan tersebut di stadion. “Malaysia memiliki standar tinggi,” tutur Simon usai melihat laga yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Yordania.

Dari sisi pemain, baik Malaysia dan Indonesia memiliki deretan nama-nama naturalisasi yang bisa menjadi penentu pertandingan. Di kubu Indonesia ada Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly dan Osas Saha. Di sisi Malaysia, ada Mohamadou Sumareh, Matthew Davis, Brendan Gan dan La’Vere Corbin-Ong.

Tan Cheng Hoe dan Simon McMenemy merupakan pelatih yang gemar menempatkan penyerang tunggal di lapangan. Di sini, Tan berharap banyak pada pemain berpengalaman yang sudah lebih dari 50 kali memperkuat timnas Malaysia, Norshahrul Idlan Talaha.

Norshahrul, yang mencetak satu gol saat Malaysia takluk 5-1 dari Indonesia di fase grup Piala AFF 2010, juga diturunkan saat Malaysia dikalahkan Yordania pada Jumat (30/8). Soal penyerang, timnas Indonesia memiliki seorang Alberto ‘Beto’ Goncalves. Walau sudah berusia 38 tahun, Beto belum kehilangan ketajaman.

Baru dinaturalisasi pada tahun 2018, Beto sudah mencetak 12 gol dalam 12 penampilannya untuk timnas Indonesia, termasuk timnas U-23.

Untuk membantu kinerja Beto, Simon McMenemy yang gemar memakai formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1 memiliki gelandang serang sekaliber Stefano Lilipaly.

Di tengah ketidakpastian tampilnya Osas Saha yang terus memulihkan cederanya, Beto dan Lilipaly tentu menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan Malaysia.

Selain mereka, tentu saja ada Irfan Bachdim. Pemain yang bertemu Norshahrul di Piala AFF 2010 ini juga mempunyai teknik mumpuni dan pengalaman cukup untuk memporaporandakan Malaysia.

Namun, Malaysia sudah siap untuk itu. Tan Cheng Hoe cukup percaya diri dengan barisan belakang skuatnya yang mengandalkan La’Vere Corbin-Ong dan Matthew Davies.

Sektor tengah yang menjadi ‘penyaring’ serangan Indonesia pun semakin kuat dengan kehadiran kembali Brendan Gan yang pulih dari cedera panjang sejak tahun 2016. Pemain cepat Mohamadou Sumareh pun dapat tampil.

Puluhan ribu suporter Indonesia yang akan memadati SUGBK juga tidak dipermasalahkan oleh timnas Malaysia. “Itu bukan masalah besar. Para pemain Malaysia sering menghadapi tekanan suporter di Liga Malaysia,” kata kapten timnas Malaysia Mohd Faizal Marlias.

Pertarungan Indonesia versus Malaysia diprediksi berimbang dari sisi teknis. Jika sudah begini, mental bertanding sangat mungkin menjadi penentu. Sekali goyah, siap-siaplah kalah. (michael teguh/ant/jpnn)

BERITA LAINNYA INDEKS BERITA

Continue Reading

Berita

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia vs Malaysia, Beda Gaya Permainan

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia vs Malaysia, Beda Gaya Permainan - JPNN.com

Rabu, 04 September 2019 – 05:37 WIB

Penyerang Timnas Indonesia Alberto ‘Beto’ Goncalves. Foto: Michael Siahaan/Antara

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Timnas Indonesia vs Malaysia, akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9), mulai pukul 19.30 Wib.

Penyerang timnas Indonesia Alberto ‘Beto’ Goncalves mengatakan, kecepatan dan kedewasaan dalam pertandingan akan menjadi kunci skuatnya untuk menaklukkan Malaysia.

“Kami memiliki peluang emas untuk menang,” ujar Beto usai menjalani latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Selasa (3/9) malam.

Berdasarkan pengalamannya mencicipi sepak bola Malaysia kala berseragam Penang FA tahun 2015-2016, Beto menilai tempo sepak bola Negeri Jiran lebih pelan daripada Indonesia.

Hal itu karena Malaysia lebih suka menguasai bola dengan operan-operan pendek dari kaki ke kaki.

BACA JUGA: Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia vs Malaysia, Waspadai Bola Mati

Sementara di Indonesia, tim-tim lebih suka berlaga dengan memanfaatkan kecepatan para pemain. Hal ini yang menular ke timnas Indonesia.

“Secara keseluruhan, sepak bola Indonesia lebih maju dan lebih cepat. Permainan kami juga lebih dewasa,” kata Beto, yang sudah merumput di Indonesia sejak tahun 2009.

BERITA LAINNYA INDEKS BERITA

Continue Reading

Berita

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia vs Malaysia, Waspadai Bola Mati

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia vs Malaysia, Waspadai Bola Mati - JPNN.com

Rabu, 04 September 2019 – 05:21 WIB

Pemain Timnas Indonesia Evan Dimas. Hafidz Mubarak A/pras/Antara

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9), mulai pukul 19.30 Wib.

Gelandang timnas Indonesia Evan Dimas mengatakan, situasi bola mati (set piece) Malaysia harus diwaspadai.

“Mereka bagus di bola-bola mati. Saya merasa kami harus mewaspdainya,” ujar Evan usai berlatih di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (3/9) malam.

Menurut pemain berusia 24 tahun itu, Malaysia memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang mencetak gol dari kondisi-kondisi yang tampak tidak berbahaya.

Agar hal itu tidak terjadi, Evan Dimas memastikan bahwa timnas Indonesia akan tampil fokus dan bekerja keras sepanjang pertandingan.

BACA JUGA: Kualifikasi Piala Dunia 2022 Timnas Indonesia vs Malaysia: Saddil Sepakat dengan Andik

Soal ‘set piece’ Malaysia yang membawa ‘bencana’, timnas U-18 Indonesia merasakannya baru-baru ini di Piala AFF U-18 2019 yang berlangsung pada Agustus 2019 di Vietnam.

Ketika itu, di babak semifinal, Indonesia harus merasakan gawangnya dihujam tiga gol Malaysia yang diciptakan dari situasi bola mati. Indonesia pun kalah dengan skor 4-3.

BERITA LAINNYA INDEKS BERITA

Continue Reading
#Grup APWDLGFGAGDPts
1UruguayUruguay33005059
2RussiaRussia32018446
3Saudi ArabiaSaudi Arabia310227-53
4MesirMesir300326-40
#Grup BPWDLGFGAGDPts
1SpanyolSpanyol31206515
2PortugalPortugal31205415
3IranIran31112204
4MarokoMaroko301224-21
#Grup CPWDLGFGAGDPts
1PrancisPrancis32103127
2DenmarkDenmark31202115
3PeruPeru31022203
4Australia301225-31
#Grup DPWDLGFGAGDPts
1KroasiaKroasia33007169
2Argentina311135-24
3NigeriaNigeria310234-13
4IslandiaIslandia301225-31
#Grup EPWDLGFGAGDPts
1BrazilBrazil32105147
2SwissSwiss31205415
3SerbiaSerbia310224-23
4Kosta RikaKosta Rika301225-31
#Grup FPWDLGFGAGDPts
1SwediaSwedia32015236
2MeksikoMeksiko320134-16
3Korea SelatanKorea Selatan31023303
4JermanJerman310224-23
#Grup GPWDLGFGAGDPts
1BelgiaBelgia33009279
2InggrisInggris32018356
3TunisiaTunisia310258-33
4PanamaPanama3003211-90
#Grup HPWDLGFGAGDPts
1KolombiaKolombia32015236
2SenegalSenegal31114404
3JepangJepang31114404
4PolandiaPolandia310225-33

Trending

16/06/2019 02:00 AM
Venezuela 0 Peru 0
16/06/2019 05:00 AM
Argentina 0 Kolombia 0
19/06/2019 04:30 AM
Bolivia 0 Peru 0
19/06/2019 07:30 AM
Brazil 0 Venezuela 0
20/06/2019 07:30 AM
Argentina 0 Paraguay 0