Connect with us

Berita

Indonesia vs Malaysia: Dari Rivalitas Sejak 1960 Sampai Taktik dan Prediksi

Indonesia vs Malaysia: Dari Rivalitas Sejak 1960 Sampai Taktik dan Prediksi - JPNN.com

Kamis, 05 September 2019 – 11:18 WIB

Skuat Garuda bahu-membahu mengangkat gawang. Foto: Ricardo/JPNN.com

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Duel klasik Indonesia vs Malaysia bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9) malam WIB. Kali ini pertemuan dua tetangga ini terjadi dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Rivalitas Indonesia melawan Malaysia sudah memanas sejak awal masa 1960-an, ketika situasi politik menyeret kedua negara serumpun ke tepian konflik. Namun, hampir 60 tahun sesudahnya, sejuk hubungan kedua negara ternyata tidak berimbas ke lapangan sepak bola. Pendukung fanatik kedua kesebelasan menganggap laga ini layaknya pertaruhan nama bangsa. Rivalitas itu tidak surut meski zaman terus bergulir.

Isu-isu nonteknis kerap kali membuat pertandingan kedua tim berjalan keras disertai drama. Tidak perlu mundur jauh-jauh, pada final Piala AFF 2010, kontroversi sempat terjadi setelah penjaga gawang Indonesia Markus Horison menduga dirinya diserang laser dalam laga leg pertama yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Dalam laga tersebut, Indonesia kalah 0-3 dan gagal juara setelah di leg kedua hanya menang dengan skor 2-1.

Situasi panas tersebut terasa ke laga perebutan medali emas sepak bola putra SEA Games 2011 timnas U-23 Indonesia versus Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, yang kembali dimenangi Malaysia dengan adu penalti. Di sini, timnas U-23 Malaysia harus dikawal sangat ketat dengan alasan keamanan.

BACA JUGA: Indonesia vs Malaysia: Aji Santoso Titip Petuah Buat Skuad Garuda

Saat ini, tahun 2019, timnas Indonesia bersua kembali dengan Malaysia dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Sejatinya, Indonesia maupun Malaysia akan bertanding dua kali kandang-tandang di kompetisi yang juga menjadi babak kualifikasi Piala Asia 2023 tersebut. Di pertemuan pertama, Indonesia menjadi tuan rumah.

Bagi timnas Indonesia, kualifikasi Piala Dunia 2022 spesial karena itu menjadi kualifikas Piala Dunia pertama sejak FIFA menjatuhkan sanksi tahun 2015-2016, yang membuat skuad berjuluk Garuda harus absen di semua kompetisi internasional FIFA.

Sementara Malaysia ingin membuktikan diri bahwa mereka sekarang bukanlah tim yang babak belur saat kualifikasi Piala Dunia 2018, di mana mereka gagal lolos dari Grup A dengan catatan sangat buruk yaitu kebobolan 29 gol. Torehan tersebut mencoreng wajah persepakbolaan Malaysia yang membuat pelatihnya di kualifikasi itu, Dollah Salleh, mundur.

Yang menarik, di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Malaysia kembali satu grup dengan Uni Emirat Arab (UEA), yang membantai mereka dengan agregat 12-1 di Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2018.

“Tidak perlu terlalu memandang rekor dan sejarah dengan Indonesia. Kami harus fokus bekerja keras untuk meraih hasil positif,” ujar pelatih timnas Malaysia Tan Cheng Hoe dalam konferensi pers sebelum laga kontra Indonesia di SUGBK.

Ucapan Tan bukan tanpa alasan. Pertandingan Indonesia melawan Malaysia memang sudah memasuki babak yang benar-benar baru. Kedua tim memiliki pelatih dan banyak pemain yang bahkan belum pernah saling berhadapan satu sama lain.

Tan Cheng Hoe baru ditunjuk menjadi pelatih timnas Malaysia pada tahun 2017. Sementara juru taktik Indonesia, Simon McMenemy dikontrak PSSI mulai tahun 2018. Tan dan Simon sebelumnya tidak pernah bersaing di lapangan hijau, entah itu ketika menangani timnas atau klub.

Artinya, kedua pelatih ini masih meraba-raba taktik dan strategi masing-masing. Meski diakui bahwa Simon lebih memiliki kejutan setelah memutuskan untuk menjalani dua pertandingan uji coba, melawan Persika Karawang dan Bhayangkara FC, secara tertutup. Timnas Indonesia memenangi semua pertandingan itu.

Timnas Malaysia memilih untuk melakoni uji coba secara terbuka, yaitu menghadapi Yordania di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (30/8). Simon McMenemy bahkan menyaksikan langsung pertandingan tersebut di stadion. “Malaysia memiliki standar tinggi,” tutur Simon usai melihat laga yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Yordania.

Dari sisi pemain, baik Malaysia dan Indonesia memiliki deretan nama-nama naturalisasi yang bisa menjadi penentu pertandingan. Di kubu Indonesia ada Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly dan Osas Saha. Di sisi Malaysia, ada Mohamadou Sumareh, Matthew Davis, Brendan Gan dan La’Vere Corbin-Ong.

Tan Cheng Hoe dan Simon McMenemy merupakan pelatih yang gemar menempatkan penyerang tunggal di lapangan. Di sini, Tan berharap banyak pada pemain berpengalaman yang sudah lebih dari 50 kali memperkuat timnas Malaysia, Norshahrul Idlan Talaha.

Norshahrul, yang mencetak satu gol saat Malaysia takluk 5-1 dari Indonesia di fase grup Piala AFF 2010, juga diturunkan saat Malaysia dikalahkan Yordania pada Jumat (30/8). Soal penyerang, timnas Indonesia memiliki seorang Alberto ‘Beto’ Goncalves. Walau sudah berusia 38 tahun, Beto belum kehilangan ketajaman.

Baru dinaturalisasi pada tahun 2018, Beto sudah mencetak 12 gol dalam 12 penampilannya untuk timnas Indonesia, termasuk timnas U-23.

Untuk membantu kinerja Beto, Simon McMenemy yang gemar memakai formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1 memiliki gelandang serang sekaliber Stefano Lilipaly.

Di tengah ketidakpastian tampilnya Osas Saha yang terus memulihkan cederanya, Beto dan Lilipaly tentu menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan Malaysia.

Selain mereka, tentu saja ada Irfan Bachdim. Pemain yang bertemu Norshahrul di Piala AFF 2010 ini juga mempunyai teknik mumpuni dan pengalaman cukup untuk memporaporandakan Malaysia.

Namun, Malaysia sudah siap untuk itu. Tan Cheng Hoe cukup percaya diri dengan barisan belakang skuatnya yang mengandalkan La’Vere Corbin-Ong dan Matthew Davies.

Sektor tengah yang menjadi ‘penyaring’ serangan Indonesia pun semakin kuat dengan kehadiran kembali Brendan Gan yang pulih dari cedera panjang sejak tahun 2016. Pemain cepat Mohamadou Sumareh pun dapat tampil.

Puluhan ribu suporter Indonesia yang akan memadati SUGBK juga tidak dipermasalahkan oleh timnas Malaysia. “Itu bukan masalah besar. Para pemain Malaysia sering menghadapi tekanan suporter di Liga Malaysia,” kata kapten timnas Malaysia Mohd Faizal Marlias.

Pertarungan Indonesia versus Malaysia diprediksi berimbang dari sisi teknis. Jika sudah begini, mental bertanding sangat mungkin menjadi penentu. Sekali goyah, siap-siaplah kalah. (michael teguh/ant/jpnn)

BERITA LAINNYA INDEKS BERITA

Continue Reading
Advertisement
Comments

Berita

Shin Tae Yong: Fisik Pemain Alami Peningkatan

Menurut Shin Tae Yong, Pemain Timnas Indonesia Lihai Olah Bola, tetapi… - JPNN.com

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong. Foto: Ricardo/JP{NN.com

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia U-19 Shin Tae Yong memberikan penilaian tersendiri terhadap pemain-pemain yang dipilihnya. Dia senang, karena pemain-pemain muda Indonesia memiliki karakter individu yang jauh berbeda satu sama lain.

Pemusatan latihan pertama sekaligus seleksi ini dilakukan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada 13-17 Januari. Dari internal game yang digelar dan melakukan penilaian setiap hari, Shin Tae Yong mengaku mulai punya gambaran pemain muda di Indonesia.

“Saya melihat setiap posisi, kemampuan individu pemain berbeda-beda, dan itu bagus. Sejauh yang saya lihat, kemampuan mereka sudah meningkat, setiap hari ada progres yang bagus dan terus meningkat,” ungkap pelatih 57 tahun tersebut.

Tae Yong menjelaskan, dari lima hari berlatih, pemain-pemain mendapatkan tambahan peningkatan dalam kemampuan fisik. Karena itu, dia optimistis para penggawa Indonesia bisa semakin baik selama pemusatan latihan kedepan.

“Ada peningkatan terutama di fisik para pemain. Ini harus semakin meningkat lagi,” katanya.

Saat ini, pelatih yang pernah membesut Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut telah memilih 28 nama dari total 53 pemain yang mengikuti seleksi.

Hasilnya, banyak pemain yang sebelumnya diprediksi bakal lolos, ternyata tergusur namanya. Sebut saja nama seperti Beckham Putra Nugraha dan M Supriadi. (dkk/jpnn)

Continue Reading

Berita

Shin Tae Yong Sebut Kondisi Fisik Pemain Timnas Indonesia U-19 Alami Peningkatan

Shin Tae Yong Sebut Kondisi Fisik Pemain Timnas Indonesia U-19 Alami Peningkatan - JPNN.com

Shin Tae Yong usai menjalani pemusatan latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Foto: Amjad/JPNN

RADAR MALANG ONLINE, CIKARANG – Pelatih Timnas Indonesia U-19 Shin Tae Yong memberikan penilaian tersendiri terhadap pemain-pemain yang dipilihnya. Dia senang, karena pemain-pemain muda Indonesia memiliki karakter individu yang jauh berbeda satu sama lain.

Pemusatan latihan pertama sekaligus seleksi ini dilakukan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat pada 13-17 Januari. Dari internal game yang digelar dan melakukan penilaian setiap hari, Shin Tae Yong mengaku mulai punya gambaran pemain muda di Indonesia.

“Saya melihat setiap posisi, kemampuan individu pemain berbeda-beda, dan itu bagus. Sejauh yang saya lihat, kemampuan mereka sudah meningkat, setiap hari ada progres yang bagus dan terus meningkat,” ungkap Pelatih 57 tahun tersebut.

Tae Yong menjelaskan, dari lima hari berlatih, pemain-pemain mendapatkan tambahan peningkatan dalam kemampuan fisik. Karena itu, dia optimistis para penggawa Indonesia bisa semakin baik selama pemusatan latihan ke depan.

“Ada peningkatan terutama di fisik para pemain. Ini harus semakin meningkat lagi,” tandasnya.

Saat ini, Pelatih yang pernah membesut Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut telah memilih 28 nama dari total 53 pemain yang mengikuti seleksi. Hasilnya, banyak pemain yang sebelumnya diprediksi bakal lolos, ternyata tergusur namanya. Sebut saja nama seperti Beckham Putra Nugraha dan M Supriadi.(dkk/jpnn)

 

Continue Reading

Berita

Indonesia Negosiasi Agar Venue Piala Dunia U-20 Tak Dikurangi

Indonesia Negosiasi Agar Venue Piala Dunia U-20 Tak Dikurangi - JPNN.com

Menpora Zainudin Amali. Foto: Amjad/JPNN.com

RADAR MALANG ONLINE, JAKARTA – Menpora Zainudin Amali memberikan penjelasan terkait persiapan Indonesia menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20 tahun 2021. Bagaimana kronologi penentuan dan pemilihan stadion yang bisa digunakan jadi venue Piala Dunia?

“Soal stadion, kan kami submit ada sepuluh stadion. Kemudian FIFA nanti yang punya wewenang tentukan mana yang dipakai. Nah, informasi awalnya itu akan menggunakan enam. Tapi kemudian info yang masuk lagi FIFA hanya akan gunakan empat,” kata Amali di Istana setelah rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

Menurut Amali, langkah itu diambil oleh FIFA karena bentuk efisiensi dan juga langkah mempercepat proses koordinasi. Namun demikian, Indonesia tak menerima begitu saja.

“Kami lagi negosiasi agar tetap kembali keenam. Terserah mana yang mau dipilih, dan kekurangan apa yang disampaikan FIFA, akan segera kami perbaiki,” ucapnya.

Sebelumnya, ada sepuluh stadion yang diusulkan ke FIFA agar dipilih. Dari sepuluh itu, hanya enam yang akan dipilih. Beberapa nama stadion tersebut ialah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Stadion Manahan Solo, Wibawa Mukti Cikarang, Patriot Kota Bekasi, I Wayan Dipta Gianyar, Pakansari Bogor, Si Jalak Harupat Soreang, Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Gelora Sriwijaya Palembang. (fat/dkk/jpnn)

Continue Reading
#Grup APWDLGFGAGDPts
1UruguayUruguay33005059
2RussiaRussia32018446
3Saudi ArabiaSaudi Arabia310227-53
4MesirMesir300326-40
#Grup BPWDLGFGAGDPts
1SpanyolSpanyol31206515
2PortugalPortugal31205415
3IranIran31112204
4MarokoMaroko301224-21
#Grup CPWDLGFGAGDPts
1PrancisPrancis32103127
2DenmarkDenmark31202115
3PeruPeru31022203
4Australia301225-31
#Grup DPWDLGFGAGDPts
1KroasiaKroasia33007169
2Argentina311135-24
3NigeriaNigeria310234-13
4IslandiaIslandia301225-31
#Grup EPWDLGFGAGDPts
1BrazilBrazil32105147
2SwissSwiss31205415
3SerbiaSerbia310224-23
4Kosta RikaKosta Rika301225-31
#Grup FPWDLGFGAGDPts
1SwediaSwedia32015236
2MeksikoMeksiko320134-16
3Korea SelatanKorea Selatan31023303
4JermanJerman310224-23
#Grup GPWDLGFGAGDPts
1BelgiaBelgia33009279
2InggrisInggris32018356
3TunisiaTunisia310258-33
4PanamaPanama3003211-90
#Grup HPWDLGFGAGDPts
1KolombiaKolombia32015236
2SenegalSenegal31114404
3JepangJepang31114404
4PolandiaPolandia310225-33

Trending

16/06/2019 02:00 AM
Venezuela 0 Peru 0
16/06/2019 05:00 AM
Argentina 0 Kolombia 0
19/06/2019 04:30 AM
Bolivia 0 Peru 0
19/06/2019 07:30 AM
Brazil 0 Venezuela 0
20/06/2019 07:30 AM
Argentina 0 Paraguay 0